Al Qur'an

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلاَ ةَ وَ أْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَ انْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَ اصْبِرْ عَلَى مَا أَصَا بَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ اْلأُمُور [لقمان/17]

Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (QS. Lukmaan (31) : 71

SILAHKAN DISEBARKAN

SILAHKAN DIPERBANYAK / DISEBARKAN DENGAN COPY PASTE ASAL SEBUTKAN SUMBERNYA, TERIMA KASIH

Rabu, 02 Februari 2011

Keutamaan Mengajar - فضيلة التعليم



Mengajarkan Ilmu Allah I dan Sunnah Rasulullah r sangatlah penting dan menjadi salah satu kewajiban kita juga, bukankah kita mengenal Islam karena mereka yang berilmu dan tahu dengan kewajibannya?.

Bahkan tidak jarang kasih sayang mereka (para ulama, para ustadz, para mubaligh) dengan ilmu yang diberikannya, membuat kita paham dan sadar apa yang harus kita lakukan dalam kehidupan ini, untuk menghadapi kehidupan yang kekal nanti.

Maka setelah mengetahui pentingnya ilmu agama ini, menjadi kewajiban kitalah yang telah mengetahuinya untuk mengajarkan kepada mereka yang belum mengetahui, bahkan kalau bisa contohkanlah pengamalannya juga kepada saudara-saudara kita, karena motto ucapan Assalaamu’alaikum adalah supaya kita selamat bersama-sama dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.

Semoga kehidupan kita diridhoi dan diberkahi dalam segala bidang kehidupan (IPOLEKSOSBUDHANKAM) karena terkendalikan dan terkawal oleh ilmu Syariat.

Semoga Dalil-dalil Al Qur’an dan As-Sunnah berikut mempertebal semangat kita untuk mengajarkan ilmu yang kita ketahui dan kita fahami.


Dalil-dalil Al Qur'an :

وَ لِيُنْذِرُوا قَوْ مَهُمْ إِذَ ا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُون [التوبة/122]

Dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. (QS At-Taubah (9) :122)

Yang dimaksudkan adalah mengajar dan memberikan petunjuk, dari hasil pengalaman yang dia peroleh setelah menimba ilmu atau berjuang meninggikan kalimat Allah I di tempat lain.

وَ إِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ الَّذِينَ أُو تُوا الْكِتَابَ لَـتُـبَـيِّـنُـنَّـهُ لِلنَّاسِ وَ لاَ تَكْتُمُو نَهُ [آل عمران/187]

Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu): "Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya." (QS Ali Imran (3) : 187)

Firman diatas mewajibkan kita semua untuk mengajarkan ilmu Allah U dan RasulNya.

وَ إِنَّ فَرِيقًا مِنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَ هُمْ يَعْلَمُونَ [البقرة/146]

Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui. (QS Al Baqarah (2) : 146)

Firman Allah I ini menunjukkan haramnya menyembunyikan ilmu, bahkan Allah U akan memberikan sangsinya bagi mereka yang menyembunyikan ilmu dan kebenaran untuk dirinya sendiri :

وَ مَنْ يَكْتُمْهَا فَإِ نَّهُ آَثِمٌ قَلْبُهُ [البقرة/283]

Dan barangsiapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya. (QS Al Baqarah (2) : 283)

Dan Rasulullah r pun bersabda :

إحياء علوم الدين - (ج 1 / ص 9) : قال صلى الله عليه و سلم ) مَا آتَى اللهُ عَالِماً عِلْماً إِلاَّ وَ أَخَذَ عَلَيْهِ مِنَ اْلمِيْثَاقِ مَا أَخَذَ عَلَى النَّبِيِّيْنَ أَنْ يُـبَـيّـِنُـوْ هُ لِلنَّاسِ وَ لاَ يَكْتُمُوْهُ (

"Allah tidaklah memberikan ilmu kepada seorang 'alim melainkan Allah mengambil janji atasnya seperti apa yang diambilNya dari para Nabi, yaitu agar mereka menerangkannya kepada manusia dan tidak menyembunyikannya" (HR. Abu Na'im dari Ibnu Mas'ud juga dari Abu Hurairah)

Allah I juga berfirman :

وَ مَنْ أَحْسَنُ قَوْلاً مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَ عَمِلَ صَالِحًا [فصلت/33]

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh (QS Fushshilat (41) : 33)

اُدْعُ إِلَى سَبِيلِ رَ بِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَ الْمَوْ عِظَةِ الْحَسَنَةِ [النحل/125]

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik . (QS An-Nahl (16) : 125)

وَ يُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَ الْحِكْمَةَ [البقرة/129]

dan Dia mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Qur'an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah). (QS Al Baqarah (2) : 129)


Dalil-dalil As-Sunnah :

الزهد والرقائق لابن المبارك - (ج 3 / ص 403/ح 1357) : عن ابن جعفر ، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم حين بعث معاذا يعلم الدين قال له : ) لَأَنْ يَهْدِيَ اللهُ بِكَ رَجُلاَ وَ احِدً ا، خَيْرٌ لَكَ مِنَ الدُّ نْيَا وَ مَا فِيْهَا (

Hadits dari Ja'far t, sesungguhnya ketika Rasulullah r mengutus Muadz t ke Yaman karena mengetahui perihal Agama bersabda : " Sungguh Allah memberi petunjuk kepada seseorang karena kamu adalah lebih baik daripada dunia dan seisinya".

إحياء علوم الدين - (ج 1 / ص 9) : و قال صلى الله عليه و سلم : ) مَنْ تعلم باباً من العلم لِيُعَلِّمَ الناس أُعْطِيَ ثَوَ ابَ سبعين صديقاً (

Rasulullah r bersabda : "Barang siapa yang belajar satu bab dari ilmu untuk diajarkan kepada manusia maka ia diberi pahala tujuh puluh orang shiddiq (Orang yang membenarkan Nabi r). (HR Abu Manshur ad Dailami dari Ibnu Mas'ud)

إحياء علوم الدين - (ج 1 / ص 9) : و قال عيسى صلى الله عليه و سلم ) مَنْ عَلِمَ وَ عَمِلَ وَ عَلَّمَ فَذَ لِكَ يُدْعَى عَظِيْماً فِي مَلَكُوْتُ السَّمَوَ اتِ(

Isa u bersabda : "Barang siapa mengetahui, mengamalkan dan mengajarkan maka ia dipanggil sebagai pembesar di kerajaan langit".

إحياء علوم الدين - (ج 1 / ص 9) : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : ) إِ ذَ ا كَانَ يَوْ مَ اْلقِيَامَةِ يَقُوْ لُ اللهُ سُبْحَا نَه لِِلْعَابِدِيْنَ وَ اْلمُجَاهِدِ يْنَ : اُدْخُلُوا اْلجَنَّةَ ، فَيَقُولُ اْلعُلَمَاءُ بِفَضْلِ عِلْمِنَا تَعَبَّدُوا وَ جَا هَدُوا، فيقول الله عز و جل : أ نتم عِنْدِي كَبَعْضِ مَلاَ ئِكَتِي اِ شْفَعُـوْ ا تَشَفَّعُوا فَيَشْفَعُوْ نَ ثُمَّ يَدْ خُلُوْنَ اْلجَنَّةَ (

Hadits dari Ibnu Abbas t, ia berkata telah bersabda Rasulullah r : "Apabila datang hari Kiamat maka Allah yang Mahasuci berfirman kepada orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang berjihad : " Masuklah kedalam Syurga". Lalu para ulama berkata : "Berkat kelebihan ilmu kami mereka beribadah dan berjihad". Lalu Allah U berfirman : "Kamu sekalian di sisiKu seperti sebagian malaikatKu, mensyafaatilah maka syafaatmu diterima!". Maka merekapun memberi syafaat kemudian mereka masuk syurga". (HR Abul 'Abbas adz Dzahabi)

Hal itu terjadi karena ilmu yang dikembangkan (diajarkan) bukan orang yang mempunyai ilmu itu diam atau pasif dan tidak dikembangkan.

إحياء علوم الدين - (ج 1 / ص 9) : قال صلى الله عليه و سلم : ) إن الله عز و جل لاَ يَنْتَزِعُ اْلعِلْمَ اِ نْـتِزَ ا عاً مِنَ النَّاسِ بعد أن يُؤْ تِـيَهُمْ إِ يَّاهُ وَ لَكِنْ يَذْهَبُ بِذَهَابِ اْلعُلَمَاءِ، فَكُلَّمَا ذَ هَبَ عَا لِمٌ ذَهَبَ بِمَا مَعَهُ مِنَ اْلعِلْمِ ، حَتَّى إذ ا لم يَبْقَ إلا رُ ؤَسَاءُ جُهَالاً إِ نْ سُئِلُوا أَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَيَضِلُّوْنَ وَ يُضِلُّونَ(

Hadits dari Ibnu Abbas t, ia berkata telah bersabda Rasulullah r : "Sesungguhnya Allah U tidak mencabut ilmu dari manusia setelah Allah U memberikan ilmu itu kepada mereka. Tetapi ilmu itu pergi dengan kepergian (meninggalnya) para ulama. Setiap kali seorang 'alim pergi maka pergilah ilmu bersamanya sehingga yang tertinggal hanyalah para pemimpin yang bodoh-bodoh, apabila mereka ditanya maka mereka memberi fatwa tanpa ilmu maka mereka sesat dan menyesatkan. (HR Mutafaq Alaih)

سنن ابن ماجه - (ج 1 / ص 310/ح 262) و سنن أبي داود - (ج 10 / ص 73/ح 3173) و سنن الترمذي - (ج 9 / ص 247/ح 2573) و مسند أحمد - (ج 15 / ص 296/ح 7255) و المستدرك على الصحيحين للحاكم - (ج 1 / ص 335/ح 315) و المعجم الأوسط للطبراني - (ج 5 / ص 336/ح 2381) و مسند أبي يعلى الموصلي - (ج 6 / ص 140/ح 2531) و صحيح ابن حبان - (ج 1 / ص 187/ح 96) عَنْ أَبِي هُرَ يْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ ) مَنْ سُئِلَ عَنْ عِلْمٍ فَكَتَمَهُ أُ لْجِمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِلِجَامٍ مِنْ نَارٍ(

Hadits dari Abu Hurairah t, ia berkata telah bersabda Rasulullah r : "Barang siapa ditanya tentang ilmu yang dia ketahui kemudian dia menyembunyikannya, maka pada hari kiamat Allah I mengenakan kendali kepadanya dengan kendali dari api".

إحياء علوم الدين - (ج 1 / ص 9) : و قال صلى الله عليه و سلم ) نـِعْـمَ اْلعَـطِيَّةُ وَ نِعْمَ اْلهِدْ يَةُ كَلِمَةُ حِكْمَةٍ تَسْمَعُهَا فَتَطْوِي عَلَيْهَا ثُمَّ تَحْمِلُهَا إِلَى أَ خٍ لَكَ مُسْلِمٍ تُعَلِّمُهُ إِ يَّاهَا تَعْدِلُ عِبَادَ ةَ سَنَةٍ (

Rasulullah r bersabda : "Sebaik-baik pemberian dan sebaik-baik hadiah adalah kata-kata hikmah yang kamu dengar kemudian kamu lipat (kamu simpan) kemudian kamu bawa kepada saudaramu yang muslim, yaitu kamu ajarkan kata-kata itu kepadanya, itu membandingi ibadah satu tahun". (HR. Ath-Thabrani dari Ibnu Abbas)

سنن الترمذي - (ج 8 / ص 302/ح 2244) و سنن ابن ماجه - (ج 12 / ص 136/ح 4102) و مصنف ابن أبي شيبة - (ج 8 / ص 270/ح 146) و المعجم الأوسط للطبراني - (ج 9 / ص 273/ ح 4220) و سنن الدارمي - (ج 1 / ص 360/ح 328) و الزهد لأبي داود - (ج 1 / ص 229/ح 213) و جامع بيان العلم وفضله لابن عبد البر - (ج 1 / ص 118/ح 108) : حَدَّ ثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ الْمُكْتِبُ حَدَّ ثَنَا عَلِيُّ بْنُ ثَابِتٍ حَدَّ ثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ ثَابِتِ بْنِ ثَوْ بَانَ قَال سَمِعْتُ عَطَاءَ بْنَ قُرَّ ةَ قَال سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ ضَمْرَ ةَ قَال سَمِعْتُ أَ بَا هُرَ يْرَ ةَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَقُولُ ) أَ لاَ إِنَّ الدُّ نْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلاَّ ذِكْرُ اللَّهِ وَ مَا وَ الَاهُ وَعَالِمٌ أَوْ مُتَعَلِّمٌ (

Hadits dari Abu Hurairah t, ia berkata aku mendengar Rasulullah r bersabda : "Dunia itu terkutuk, terkutuk (pula) apa yang ada padanya kecuali diiringi dengan ingat kepada Allah dan apa yang mengiringinya atau orang yang belajar dan orang yang belajar".

Hadits tersebut menegaskan dunia ini akan menjadi kutukan bagi mereka yang mencari dunia bukan diperuntukkan untuk perjuangan di jalan Allah I (dipersembahkan untuk Allah I), tetapi semua menjadi ibadah jika mencari harta maupun ilmu semuanya untuk menyokong kearah keimanan dan ketakwaan, serta menegakkan kejayaan umat islam di dunia.

سنن الترمذي - (ج 9 / ص 299/ح 2609) و شرح مذاهب أهل السنة لابن شاهين - (ج 1 / ص 55/ح 52) و جامع بيان العلم وفضله لابن عبد البر - (ج 1 / ص 160/ح 147) : حَدَّ ثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى الصَّنْعَانِيُّ حَدَّ ثَنَا سَلَمَةُ بْنُ رَجَاءٍ حَدَّ ثَنَا الْو َلِيدُ بْنُ جَمِيلٍ حَدَّ ثَنَا الْقَاسِمُ أَ بُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ ) إِنَّ اللَّهَ وَ مَلاَ ئِكَتَهُ وَ أَهْلَ السَّمَوَ اتِ وَ اْلأَرَضِينَ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَ حَتَّى الْحُوتَ فِي اْلبَحْرِ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ(

Hadits Umamah Al Bahili, ia berkata, bersabda Rasulullah r : "Sesungguhnya Allah, malaikatNya, dan penghuni langit dan BumiNya sehingga semut di dalam liangnya dan ikan dilautan itu memohonkan rahmat kepada Allah untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia"

إحياء علوم الدين - (ج 1 / ص 9) : وقال صلى الله عليه وسلم ) مَا أَفَادَ اْلمُسْلِمُ أَخَاهُ فَائِدَ ةً أَ فْضَلَ مِنْ حَدِ يْثٍ حَسَنٍ بَلَّغَهَ فَبَلَّغَهُ (

Rasulullah bersabda : "Tidaklah seorang muslim memberi faidah (manfaat) kepada saudaranya lebih utama dari pembicaaraan yang baik yang sampai kepadanya lalu ia menyampaikannya" (HR Ibnu Abdil Barr dari Muhammad Al Munkadir)

سنن ابن ماجه - (ج 1 / ص 265/ح 225) و سنن الدارمي - (ج 1 / ص 389/ح 357) و البحر الزخار ـ مسند البزار - (ج 6 / ص 448/ح 2150) و الفقيه والمتفقه للخطيب البغدادي - (ج 1 / ص 36/ح 32) و المطالب العالية للحافظ ابن حجر العسقلاني - (ج 9 / ص 95/ح 3167) و جامع بيان العلم وفضله لابن عبد البر - (ج 1 / ص 213/ح 197) و شرح مذاهب أهل السنة لابن شاهين - (ج 1 / ص 52/ح 49) و مسند الحارث - (ج 1 / ص 56/ح 39) : عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ )خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ ذَ اتَ يَوْمٍ مِنْ بَعْضِ حُجَرِهِ فَدَخَلَ الْمَسْجِدَ فَإِذَ ا هُوَ بِحَلْقَتَيْنِ إِحْدَا هُمَا يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ وَ يَدْعُونَ اللَّهَ وَ الْأُخْرَى يَتَعَلَّمُونَ وَ يُعَلِّمُونَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ كُلٌّ عَلَى خَيْرٍ هَؤُ لاَءِ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ وَ يَدْعُونَ اللَّهَ فَإِنْ شَاءَ أَعْطَاهُمْ وَ إِنْ شَاءَ مَنَعَهُمْ وَ هَؤُ لاَءِ يَتَعَلَّمُونَ وَ إِ نَّمَا بُعِثْتُ مُعَلِّمًا فَجَلَسَ مَعَهُمْ(

Hadits dari Abdullah bin Amr, ia berkata : Pada suatu hari Rasulullah r keluar lalu beliau melihat dua majlis didalam masjid, maka beliau masuk kedalam masjid, salah satu majis mereka membaca Al Qur'an dan berdoa dengannya (Al Qur'an) sedangkan yang lainnya mereka belajar dan mengajar, maka bersabda Rasulullah r : Semuanya mereka berada dalam kebaikan adapun mereka yang membaca Al Qur'an dan memohon dengannya maka jika Allah menghendaki maka Allah akan memberi, dan jika tidak menghendaki Allah akan menahannya. Adapun mereka (majelis kedua) maka mereka mengajar manusia dimana aku diutus sebagai guru maka beliau duduk bersama majlis yang kedua (yang ada proses belajar dan mengajar).

صحيح البخاري - (ج 1 / ص 141/ح 77) : حَدَّ ثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ قَالَ حَدَّ ثَنَا حَمَّادُ بْنُ أُسَامَةَ عَنْ بُرَ يْدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِي بُرْدَ ةَ عَنْ أَبِي مُوسَى عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ ) مَثَلُ مَا بَعَثَنِي اللَّهُ بِهِ مِنَ الْهُدَى وَ الْعِلْمِ كَمَثَلِ الْغَيْثِ الْكَثِيرِ أَصَابَ أَرْضًا فَكَانَ مِنْهَا نَقِيَّةٌ قَبِلَتْ الْمَاءَ فَأَ نْبَتَتْ الْكَلَأَ وَ الْعُشْبَ الْكَثِيرَ وَ كَا نَتْ مِنْهَا أَجَادِبُ أَمْسَكَتْ الْمَاءَ فَنَفَعَ اللَّهُ بِهَا النَّاسَ فَشَرِبُوا وَ سَقَوْا وَ زَرَعُوا وَ أَصَا بَتْ مِنْهَا طَائِفَةً أُخْرَى إِ نَّمَا هِيَ قِيعَانٌ لاَ تُمْسِكُ مَاءً وَ لاَ تُنْبِتُ كَلَأً فَذَلِكَ مَثَلُ مَنْ فَقُهَ فِي دِينِ اللَّهِ وَ نَفَعَهُ مَا بَعَثَنِي اللَّهُ بِهِ فَعَلِمَ وَ عَلَّمَ وَ مَثَلُ مَنْ لَمْ يَرْفَعْ بِذَلِكَ رَ أْسًا وَ لَمْ يَقْبَلْ هُدَى اللَّهِ الَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ(

Diriwayatkan dari Abu Musa t katanya: Nabi r bersabda : "Perumpamaan Allah U mengutusku menyampaikan petunjuk dan ilmu adalah seperti titisan hujan yang telah membasahi bumi. Dibagian bumi tersebut sebagian tanahnya ada yang subur sehingga dapat menyerap air serta menumbuhkan rerumputan dan sebagian lagi berupa tanah-tanah keras yang dapat menahan air, lalu Allah U memberi manfaat kepada manusia sehingga mereka dapat meneguk air, memberi minum dan menggembala ternaknya di tempat itu. Ada juga titisan air hujan tersebut jatuh di tanah yang lain, yaitu tanah gersang yang sama sekali tidak dapat menahan air dan tidak dapat menumbuhkan rerumputan. Hal itu semua adalah perumpamaan orang yang bijak pandai tentang agama Allah U dan memanfaatkannya setelah aku diutus oleh Allah U. Maka beliau r memmisalkan tentang orang yang mengetahui dan mau mengajar apa yang diketahuinya dan juga perumpamaan orang yang keras kepala yang tidak mau menerima petunjuk Allah yang karenaNya aku diutus".

صحيح مسلم - (ج 8 / ص 405/ح 3084) و سنن أبي داود - (ج 8 / ص 76/ح 2494) و مسند أحمد - (ج 18 / ص 31/ح 8489) و سنن الدارمي - (ج 2 / ص 114/ح 570) ومستخرج أبي عوانة - (ج 11 / ص 447/ح 4707) و مسند أبي يعلى الموصلي - (ج 13 / ص 221/ح 6326) و صحيح ابن حبان - (ج 13 / ص 27/ح 3080) : حَدَّ ثَنَا يَحْيَى بْنُ أَ يُّوبَ وَ قُتَيْبَةُ يَعْنِي ابْنَ سَعِيدٍ وَ ابْنُ حُجْرٍ قَالُوا حَدَّ ثَنَا إِسْمَعِيلُ هُوَ ابْنُ جَعْفَرٍ عَنِ الْعَلَاءِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَ يْرَ ةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ ) إِذَ ا مَاتَ اْلإِ نْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَ ثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَ قَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَ لَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ(

Hadits dari Abu Hurairah t, ia berkata telah bersabda Rasulullah r : "Apabila seorang manusia meninggal maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga perkara : Shodaqoh jariah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak yang sholeh".

سنن الترمذي - (ج 9 / ص 279/ح 2594) و مسند أحمد - (ج 47 / ص 1/ح 21949) و المعجم الأوسط للطبراني - (ج 5 / ص 430/ح 2474) و مستخرج أبي عوانة - (ج 14 / ص 389/ح 5986) : عَنْ أَ نَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ) إِنَّ الدَّالَّ عَلَى الْخَيْرِ كَفَاعِلِهِ(

Hadits dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda : "Orang yang menunjukkan kepada kebaikan itu adalah seperti orang yang mengerjakannya".

صحيح مسلم - (ج 4 / ص 251/ح 1352) و صحيح البخاري - (ج 5 / ص 217/ح 1320) و سنن ابن ماجه - (ج 12 / ص 251/ح 4198) و مسند أحمد - (ج 8 / ص 4/ح 3469) و المعجم الأوسط للطبراني - (ج 4 / ص 239/ح 1779) و صحيح ابن حبان - (ج 1 / ص 175/ح 90) و مسند عبد الله بن المبارك - (ج 1 / ص 61/ح 60) : حَدَّ ثَنَا أَ بُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّ ثَنَا وَ كِيعٌ عَنْ إِسْمَعِيلَ عَنْ قَيْسٍ قَالَ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْعُودٍ ح و حَدَّ ثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّ ثَنَا أَبِي وَ مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ قَالَا حَدَّ ثَنَا إِسْمَعِيلُ عَنْ قَيْسٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ يَقُولاُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ) لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِي اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَا لاً فَسَلَّـطَهُ عَلَى هَلَكَتِهِ فِي الْحَقِّ وَ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ حِكْمَةً فَهُوَ يَقْضِي بِهَا وَ يُعَلِّمُهَا(

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud t katanya: Rasulullah r bersabda : "Tidak boleh iri hati kecuali terhadap dua perkara yaitu terhadap seseorang yang dikaruniakan oleh Allah harta kekayaan kemudian dia memanfaatkannya untuk urusan kebenaran (kebaikan). Kemudian seseorang yang diberikan ilmu pengetahuan oleh Allah lalu dia memanfaatkannya (dengan kebenaran) serta mengajarkannya kepada orang lain".

المعجم الأوسط للطبراني - (ج 15 / ص 467/ح7391) : حدثنا محمد بن محمويه الجوهري ، نا أحمد بن المقدام العجلي ، ثنا عبد الله بن خراش ، عن العوام بن حوشب ، عن شهر بن حوشب ، عن ابن عباس قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : ) عُلَمَاءُ هَذِهِ اْلأُ مَّةِ رَ جُلاَ نِ ، رَ جُلُ آتاهُ اللهُ عِلْمًا ، فَبَذَ لَهُ لِلنَّا سُ وَ لَـمْ يَأْ خُذْ عَلَيْهِ طَمَعًا ، وَ لَـمْ يَشْتَرِ بِهِ ثَـمَنًا ، فَذَ لِكَ تَسْتَغْفَرُ لَهُ حِيْتَانٌ اْلبَحْرِ ، وَ دَوَ ابُّ اْلبَّرِ ، وَ الطَّيْرُ فِي جَوْ فِ السَّمَاءَِ ، وَ رَ جُلُ آتاهُ اللهُ عِلْمًا، فَبَخِلَ بِهِ عَنْ عِبَادِ اللهِ ، وَ أَخَذَ عَلَيْهِ طَمَعًا ، وَ اشْتَرَى بِهِ ثَمَنًا ، فَذَ لِكَ يُلْجَمُ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ بِلِجَامِ مِنْ نَارٍ ، وَ يُنَادِي مُنَادٍ ، هَذَا الَّذِي آتاهُ اللهَ عِلْمًا فَبَخِلَ بِهِ عَنْ عِبَادِ اللهِ ، وَ أَخَذَ عَلَيْهِ طَمَعًا ، وَاشْتَرِى بِهِ ثَمَنًا ، وَ كَذَ لِكَ حَتَّى يَفْرُغَ اْلحِسَابُ (

Hadits dari Ibnu Abbas t berkata : bahwa Rasulullah r telah bersabda : Ulama zaman sekarang ada dua macam. Pertama, ualama yang diberi ilmu oleh Allah I dan dia mengajarkannya kepada umat manusia dengan tiada mengharapkan sesuatu, dan tidak pula meminta gaji. Maka ikan-ikan di laut, binatang-binatang di daratan serta burung-burung diangkasa semuanya memintakan ampunan buat mereka. Kedua, ulama yang diberi ilmu oleh Allah I kemudian mereka tiada mau menyebar luaskannya kepada umat manusia. Mereka selalu mengharapkan sesuatu, dan mengharapkan gaji dalam menyebar luaskan ilmunya. Mereka itulah yang akan diikat dengan ikatan siksa neraka kelak pada hari kiamat. Dan tingkah mereka itu akan diberitahukan kepada seluruh manusia yang berada di mahsyar dengan adanya pengumuman : "Inilah orang-orang yang diberi ilmu oleh Allah U, sedangkan mereka tidak mau menyebar luaskan ilmunya kepada umat manusia, serta dalam segala aktifitasnya hanya selalu mengharapkan gaji dan balasan". Demikianlah pengumunam itu dikumandangkan hingga selesai penghitungan amal (hisab).

سنن الترمذي - (ج 9 / ص 219/ح2554 ) و مسند أحمد - (ج 18 / ص 235/ح 8693) و المعجم الأوسط للطبراني - (ج 6 / ص 340/ح 2884) : حَدَّ ثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَخْبَرَ نَا إِسْمَعِيلُ بْنُ أَبِي أُوَ يْسٍ حَدَّ ثَنِي كَثِيرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ عَوْفِ بْنِ زَ يْدِ بْنِ مِلْحَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ ).... إِنَّ الدِّينَ بَدَ أَ غَرِيبًا وَ يَرْجِعُ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ الَّذِينَ يُصْلِحُونَ مَا أَفْسَدَ النَّاسُ مِنْ بَعْدِي مِنْ سُنَّتِي(

Hadits dari Amr bin Auf t meriwayatkan bahwa Rasulullah r bersabda : Sesungguhnya agama ini bermula dalam keadaan asing, dan ia akan kembali asing lagi. Maka beruntunglah bagi orang-orang (muslim yang dianggap) asing. Yaitu orang-oranmg yang memperbaiki (memegang teguh) sunnahku yang telah dirusak (ditinggalkan) oleh manusia.

صحيح مسلم - (ج 9 / ص 154/ح 3264) : حَدَّ ثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ الْعَنْبَرِيُّ حَدَّ ثَنَا أَبِي حَدَّ ثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي التَّيَّاحِ عَنْ أَ نَسٍ ح و حَدَّ ثَنَا أَ بُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّ ثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ ح و حَدَّ ثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْوَلِيدِ حَدَّ ثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ كِلَاهُمَا عَنْ شُعْبَةَ عَنْ أَبِي التَّيَّاحِ قَالَ سَمِعْتُ أَ نَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ) يَسِّرُوا وَ لاَ تُعَسِّرُوا وَ سَكِّنُوا وَ لاَ تُنَفِّرُوا(

Hadits dari Anas bin Malik t ia berkata, bahwa Rasulullah r bersabda : Mudahkanlah dan jangan kalian persulit!. Gembirakanlah dan jangan membuat (mereka) lari (dari agama).

صحيح مسلم - (ج 9 / ص 486/ح 3509) و سنن أبي داود - (ج 13 / ص 336/ح 4464) و سنن الترمذي - (ج 9 / ص 280/ح 2595) و مسند أحمد - (ج 45 / ص 321/ح 21307) و المعجم الأوسط للطبراني - (ج 11 / ص 5/ح 4947) و مستخرج أبي عوانة - (ج 14 / ص 388/ح 5985) : حَدَّ ثَنَا أَ بُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَ أَ بُو كُرَ يْبٍ وَ ابْنُ أَبِي عُمَرَ وَ اللَّفْظُ لِأَبِي كُرَ يْبٍ قَالُوا حَدَّ ثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي عَمْرٍو الشَّيْبَانِيِّ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيِّ قَالَ )..مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ(

Hadits dari Ibnu Mas'ud Al Anshori berkata, bahwa Rasulullah r bersabda : Barang siapa menunjukkan kepada amal kebaikan, maka ia mendapatkan pahala yang sama seperti orang yang mengamalkannya.

صحيح مسلم - (ج 13 / ص 164/ح 4831) و سنن أبي داود - (ج 12 / ص 214/ح 3993) و سنن الترمذي - (ج 9 / ص 284/ح 2598) و سنن ابن ماجه - (ج 1 / ص 239/ح 202) و مسند أحمد - (ج 18 / ص 337/ح 8795) و سنن الدارمي - (ج 2 / ص 62/ح 522) و مسند أبي يعلى الموصلي - (ج 13 / ص 253/ح 6358) و صحيح ابن حبان - (ج 1 / ص 219/ح 112) : حَدَّ ثَنَا يَحْيَى بْنُ أَ يُّوبَ وَ قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ وَ ابْنُ حُجْرٍ قَالُوا حَدَّ ثَنَا إِسْمَعِيلُ يَعْنُونَ ابْنَ جَعْفَرٍ عَنِ الْعَلَاءِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَ يْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ ) مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ اْلأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَ مَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِ ثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا(

Hadits dari Abu Hurairah t meriwayatkan bahwa Rasulullah r bersabda : Barang siapa yang mengajak kepada hidayah (petunjuk dan amal kebaikan), maka ia mendapat pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barang siapa yang mengajak kepada kesesatan (amal-amal keburukan), maka ia mendapatkan dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa-dosa mereka sedikitpun.

صحيح البخاري - (ج 11 / ص 46/ح 3027) و صحيح مسلم - (ج 14 / ص 261/ح 5305) و مسند أحمد - (ج 44 / ص 255/ح 20785) و اقتضاء العلم العمل للخطيب البغدادي - (ج 1 / ص 74/ح 72) و غريب الحديث لإبراهيم الحربي - (ج 3 / ص 345/ح 977) : حَدَّ ثَنَا عَلِيٌّ حَدَّ ثَنَا سُفْيَانُ عَنِ اْلأَعْمَشِ عَنْ أَبِي وَائِلٍ قَالَ قِيلَ لِأُسَامَةَ سمع رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ) يُجَاءُ بِالرَّجُلِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُلْقَى فِي النَّارِ فَتَنْدَلِقُ أَقْتَابُهُ فِي النَّارِ فَيَدُورُ كَمَا يَدُورُ الْحِمَارُ بِرَحَاهُ فَيَجْتَمِعُ أَهْلُ النَّارِ عَلَيْهِ فَيَقُولُونَ أَيْ فُلَانُ مَا شَأْ نُكَ أَ لَيْسَ كُنْتَ تَأْمُرُ نَا بِالْمَعْرُوفِ وَ تَنْهَا نَا عَنِ الْمُنْكَرِ قَالَ كُنْتُ آمُرُكُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَ لَا آتِيهِ وَ أَنْهَاكُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَ آتِيهِ(

Dari Usamah bin zaid meriwayatkan bahwa ia mendengar Rasulullah bersabda : Seorang lelaki akan dibawa pada hari kiamat, lalu dilemparkan ke dalam neraka, sehingga isi perutnya berhamburan di neraka, dan ia akan berkeliling seperti seekor keledai mengelilingi mesin penggiling gandum. Para penghuni neraka akan berkumpul mengerumuninya dan bertanya : Hai fulan apa yang terjadi padamu? Bukankah dulu kamu mernyuruh kami untuk melakukan kebaikan dan melarang kami dari kemungkaran?. Ia menjawab : Aku telah menyuruh kalian untuk melakukan kebaikan, tetapi aku sendiri tidak melakukannya, dan aku melarang kalian dari kemungkaran, sedangkan aku sendiri melakukan kemungkaran itu.

صحيح البخاري - (ج 19 / ص 411/ح 8562) و صحيح ابن حبان - (ج 4 / ص 449/ح 983) : حَدَّ ثَنَا يَحْيَى بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ السَّكَنِ حَدَّ ثَنَا حَبَّانُ بْنُ هِلَالٍ أَ بُو حَبِيبٍ حَدَّ ثَنَا هَارُونُ الْمُقْرِئُ حَدَّ ثَنَا الزُّ بَيْرُ بْنُ الْخِرِّيتِ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ ) حَدِّثِ النَّاسَ كُلَّ جُمُعَةٍ مَرَّةً فَإِنْ أَ بَيْتَ فَمَرَّ تَيْنِ فَإِنْ أَكْثَرْتَ فَثَلَاثَ مِرَ ارٍ وَ لاَ تُمِلَّ النَّاسَ هَذَ ا الْقُرْآنَ وَ لاَ أُ لْفِيَنَّكَ تَأْتِي الْقَوْمَ وَ هُمْ فِي حَدِيثٍ مِنْ حَدِيثِهِمْ فَتَقُصُّ عَلَيْهِمْ فَتَقْطَعُ عَلَيْهِمْ حَدِيثَهُمْ فَتُمِلُّهُمْ وَ لَكِنْ أَ نْصِتْ فَإِذَ ا أَمَرُوكَ فَحَدِّ ثْهُمْ وَ هُمْ يَشْتَهُونَهُ فَا نْظُرِ السَّجْعَ مِنَ الدُّعَاءِ فَاجْتَنِبْهُ فَإِ نِّي عَهِدْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ وَ أَصْحَابَهُ لاَ يَفْعَلُونَ إِلاَّ ذَ لِكَ (

Hadits dari Ibnu Abbas t ia berkata : " Nasehatilah umat manusia sekali saja di dalam jum'ah. Apabila menentang, maka dua kali. Bila kamu menghendaki lebih banyak maka tiga kali. Janganlah kamu membuat kebosanan dengan Al Qur'an ini, dan janganlah kamu datang memberikan nasehat kepada sekelompok orang yang sedang berbicara, hingga kemudian memutus pembicaraan serta ketenanagan mereka. Sebab yang demikian bisa mendatangkan kebosanan terhadap mereka. Sebaiknya kamu mendengarkan lebih dahulu pembicaraan mereka, baru setelah dipersilahkan maka sampaikanlah nasehat kepada mereka. Sebab dengan mempersilahkan, berarti mereka telah mengharapkan nasehat-nasehatmu. Dan dia dalam berdoa, janganlah menggunakan teks doa yang berpuisi (bersajak). Sebab sepanjang hidupku aku belum pernah menemukan Rasulullah dan para sahabatnya melakukan hal seperti itu.

صحيح مسلم - (ج 1 / ص 21) : حَدَّ ثَنِي أَ بُو الطَّاهِرِ وَ حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى قَالَا أَخْبَرَ نَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ قَالَ )مَا أَ نْتَ بِمُحَدِّثٍ قَوْ مًا حَدِيثًا لَا تَبْلُغُهُ عُقُو لُهُمْ إِلاَّ كَانَ لِبَعْضِهِمْ فِتْنَةً (

Hadits dari Ibnu Mas'ud t ia berkata : Apabila kamu menasehati segolongan kaum dengan pembicaraan yang tidak bisa diterima oleh kemampuan akal pikir mereka, maka pembicaraanmu itu akan mendatangkan fitnah.

Buku-buku Rujukan : (1) Al Qur'an Departemen Agama ; (2) Ihya Ulumiddin, Imam Al Ghazali, CV Asy Syifa, Semarang ; (3) Buku Pintar Para Da'i, Dr Muhammad Ahmad Al Dawi, Duta Ilmu Surabaya ; (4)Tanbihul Ghafilin, Al Faqih Abul Laits As-Samarqandi, Pustaka Amani, Jakarta ; (5) Fadhail 'Amal, Muhammad Zakariyya Al Kandhalawi, Pustaka Raamadhan, Bandung ; (7) Hadits-hadits Pilihan, Muhammad Yusuf Al Kandhalawi, Pustaka Raamadhan, Bandung ; (8) Panduan Lengkap Menuntut Ilmu, Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor (9) CD Program Islamic Sofware Maktabah Syamilah ; (10) CD Program Al Bayan ; (11) CD Program Holy Qur'an